Wednesday, 7 December 2011

TWO – DIGIT ADDITION

TWO – DIGIT ADDITION


It involves the addition of numbers between ten ( 10 ) and ninety - nine ( 99 ).


In the two digit numbers, the digit on the right are called ‘ ones ’ and the digits on the left are called ‘ tens ‘

EXAMPLE 1 :

Tens      Ones
  1                             5


         15  +  12  = 2 7

 






First, we add the ones :

5  + 2  =  7  


Then we add the tens :

1  +  1  = 2


So the sum is 27.




VIDEO 1 :


Tuesday, 6 December 2011

TOPIC - NUMBERS 0 -10

Lets come and learn...



LET'S COUNT.......


Numbers
Word
0
zero
1
one
2
Two
3
Three
4
Four
5
Five
6
Six
7
Seven
8
Eight
9
Nine
10
Ten





Monday, 5 December 2011

TOPIC - ADDITION

ADDITION


The process of calculating the total value of two or more numbers is called addition.

The total value is also called sum.

The symbol +  ( plus ) indicates addition.

The symbol = ( equals ) indicates the sum.

1 +  1 = 2 is read as one plus one equals two


SINGLE - DIGIT ADDITION

It involves the addition of numbers between zero ( 0 ) and nine ( 9 )

Example : 2 + 4 = 6

video 1



Video 2




Video 3















Video 3

Monday, 21 November 2011

Pertandingan Mendeklamasi Sajak 2011

Pada September yang lepas,
Saya dan seorang cikgu telah membawa empat orang murid pergi ke Melaka
 Untuk menyertai Pertandingan mendeklamasi Sajak kebangsaan.
Oleh kerana sekolah saya telah memenangi johan peringkat daerah dan negeri,
Maka berpeluanglah kami untuk menyertai mendeklamasi sajak di peringkat kebangsaan
Di negeri yang penuhi dengan sejarah
dan
keagungan kesultanan Melayu ……..
Pertandingan selama tiga hari dua malam ini amat bermakna kepada kami sebagai guru dan empat peserta murid yang comel lagi bersemangat…
Ini kerana kami dapat menimbal pengetahuan yang baru,
Dan kenangan yang manis…
Walaupun kami hanya memenangi tempat ke-empat
Tetapi ini ia boleh dikatakan sangat bermakna dan membanggakan
Saya berharap tahun hadapan,
Sekolah saya akan mewakili wilayah persekutuan sekali lagi,
Dan mendapat keputusan yang lebih baik untuk sekolah dan negeri…
Yoke Nam BOLEH!!!!





 Pentas Pertandingan




Dewan Pertandingan


Tempat Duduk Pengadil


Guru-guru dan Murid-murid yang comel


Comelkan anak murid saya!!!

Yeahhhh!!!!

Kelab pantun kanak-kanak

Minggu ini merupakan minggu terakhir murid-murid
tahun empat, lima dan enam menghadiri Kelab Pantun Kanak-Kanak.
Sudah dua tahun saya diamanahkan menjadi Guru Penasihat Kelab Pantun Kanak-Kanak.
Tetapi,
 hati masih terkobar-kobar untuk memegang jawatan ini.
Sepanjang dua tahun ini,
saya dari tidak tahu apa-apa tentang pantun kanak-kanak,
sekarang dah kira tahu sedikit sebanyak ….
Apa yang saya harapkan,
Sepanjang proses pengajaran saya,
murid-murid dapat menghayati pantun kanak-kanak,
meningkatkan kemahiran menulis pantun kanak-kanak,
serta berasa seronok untuk belajar pantun kanak-kanak.      












Murid-murid menumpukan perhatian untuk menulis pantun kanak-kanak. Syabas dan teruskan usaha anda!!!




Video klip murid-murid mempersembahakan pantun kanak-kanak melalui nyanyian


video
video
  

Thursday, 13 October 2011

Menjadi Guru yang Kreatif


Fleksibel
Dibutuhkan guru yang tidak kaku, luwes, dan dapat memahami kondisi anak didik, memahami cara belajar mereka, serta mampu mendekati anak didik melalui berbagai cara sesuai kecerdasan dan potensi masing-masing anak.
Optimistis
Keyakinan yang tinggi akan kemampuan pribadi dan yakin akan perubahan anak didik ke arah yang lebih baik melalui proses interaksi guru-murid yang fun akan menumbuhkan karakter yang sama terhadap anak tersebut.
Respek
Rasa hormat yang senantiasa ditumbuhkan di depan anak didik akan dapat memacu mereka untuk lebih cepat tidak sekadar memahami pelajaran, namun juga pemahaman yang menyeluruh tentang berbagai hal yang dipelajarinya. 
Cekatan
Anak-anak berkarakter dinamis, aktif, eksploratif, dan penuh inisiatif. Kondisi ini perlu di imbangi oleh Anda sebagai pengajarnya sehingga Anda mampu bertindak sesuai kondisi yang ada.
Humoris
Menjadi guru killer? Anak-anak malah takut kepada Anda dan tidak mau belajar. Meskipun setiap orang mempunyai sifat humoris, sifat ini dituntut untuk dimiliki seorang pengajar. Karena pada umumnya, anak-anak suka sekali dengan proses belajar yang menyenangkan, termasuk dibumbui dengan humor. Secara tidak langsung, hal tersebut dapat membantu mengaktifkan kinerja otak kanan mereka.
Inspiratif
Meskipun ada panduan kurikulum yang mengharuskan peserta didik mengikutnya, guru harus dapat menemukan banyak ide dari hal-hal baru dan lebih memahami informasi-informasi pengetahuan yang disampaikan gurunya.
Lembut
Dimanapun, guru yang bersikap kasar, kaku, atau emosional, biasanya mengakibatkan dampak buruk bagi peserta didiknya, dan sering tidak berhasil dalam proses mengajar kepada anak didik. Pengaruh kesabaran, kelembutan, dan rasa kasing sayang akan lebih efektif dalam proses belajar mengajar dan lebih memudahkan munculnya solusi atas berbagai masalah yang muncul.
Disiplin
Disiplin disini tidak hanya soal ketepatan waktu, tapi mencakup bebagai hal lain. Sehingga, guru mampu menjadi teladan kedisplinan tanpa harus sering mengatakan tentang pentingnya disiplin. Contoh, disiplin dalam waktu, menyimpan barang, belajar dan sebagainya. Dengan demikian, akan timbul pemahaman yang kuat pada anak didik tentang pentingnya hidup disiplin.
Responsif
Ciri guru yang profesional antara lain cepat tanggap terhadap perubahan-perubahan yang terjadi, baik pada anak didik, budaya, sosial, ilmu pengetahuan maupun teknologi, dll.
Empatik
Setiap anak mempunyai karakter yang berbeda-beda, cara belajar dan proses  peneriamaan, serta pemahaman terhadap pelajaran pun berbeda-beda.  Oleh karena itu, seorang guru dituntut mempunyai kesabaran lebih dalam memahami keberagaman tersebut sehingga bisa lebih memahami kebutuhan-kebutuhan belajar mereka.
Nge-friend
Jangan membuat jarak yang lebar dengan anak didik hanya karena posisi Anda sebagai guru. Jika kita dapat menjadi teman mereka akan menghasilkan emosi yang lebih kuat daripada sekadar hubungan guru-murid. Sehingga, anak-anak akan lebih mudah beradaptasi dalam menerima pelajaran dan bersosialisasi dengan lingkungannya.